Book Appointment Now

Tren Gaya Hidup Back to Nature yang Dapat Ibu Aplikasikan di Rumah bersama Anak
Ternyata jeruk nipis dapat digunakan untuk ide beraktivitas bersama anak dengan membuat sabun cuci piring alami sendiri. Bagaimana Mungkin?
Di tengah meningkatnya kecemasan orang tua akan paparan bahan kimia, mikroplastik, dan zat aditif yang sering ada dalam produk rumah tangga serta makanan, kini makin banyak keluarga yang beralih ke memilih produk yang menggunakan bahan alami. Tren Back to Nature ini tidak hanya berlaku untuk makanan dan perawatan kulit, tetapi juga masuk ke produk-produk yang biasa Ibu gunakan di rumah untuk urusan domestik seperti sabun mandi, sabun cuci tangan, detergen, dan masih banyak lagi.
Salah satu produk yang bisa kita buat sendiri di rumah ternyata mudah diaplikasikan dan dapat menjadi ide untuk beraktivitas bersama si kecil adalah sabun cuci piring. Produk ini ternyata merupakan hasil dari pengembangan eksperimen sains yang dilakukan oleh mahasiswa atau anak-anak SMA, dan dapat ditiru untuk dilakukan di rumah dengan mudah. Kita dapat melakukan uji coba sederhana di rumah dengan menggabungkan bahan pembuat sabun cuci piring yaitu texapon, garam, pewarna makanan, dan air perasan jeruk nipis. Selain menarik dari segi visual, eksperimen ini dianggap lebih aman karena menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di dapur atau toko retail.

Kenapa Eksperimen Menggunakan Bahan Alami Semakin populer?
1. Kecemasan Mengenai Bahan Kimia pada Anak Terus Bertambah
Dalam beberapa tahun belakangan, berbagai laporan menyoroti dampak jangka panjang dari bahan kimia rumah tangga—seperti iritasi kulit, masalah pernapasan ringan, hingga reaksi alergi pada anak- anak.
Jeruk nipis dianggap pilihan yang lebih aman karena kandungan asam sitrat alami, bukan bahan buatan. Hal ini mendukung proses eksperimen tanpa meningkatkan risiko paparan bahan kimia yang tidak diperlukan.
Berdasarkan jurnal (2020, Association of use of cleaning products with respiratory health in a Canadian birth cohort) penggunaan rutin produk pembersih rumah tangga sejak bayi dapat meningkatkan risiko wheezing dan asma pada anak usia 3 tahun.
), paparan bahan kimia rumah tangga yang berulang dapat menaikkan risiko alergi pada anak-anak di usia awal.
2. Bahan Alami Lebih Lembut untuk Kulit Anak
Kulit anak khususnya usia 3–7 tahun lebih peka daripada kulit orang dewasa. Memanfaatkan bahan alami seperti jeruk nipis dapat membantu:
– Mengurangi kemungkinan iritasi
– Mengurangi kontak dengan sisa bahan kimia
Apa Pendapat Penelitian tentang Jeruk Nipis dan Asam Sitrat :
1. Sebagai Pembersih Alami
Sebuah kajian di Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat (2025, Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Dasar Alami Jeruk Nipis Sebagai Alternatif Produk Ramah Lingkungan). membahas mengenai pembuatan sabun cuci piring dari jeruk nipis (Citrus aurantiifolia). Kajian tersebut menyatakan bahwa jeruk nipis dipilih karena kandungan asam sitrat serta senyawa antibakteri yang ampuh membersihkan lemak pada piring atau peralatan masak.
Dalam kajian itu, formula dengan 15% ekstrak jeruk nipis menunjukkan pH yang cukup netral dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Ini menunjukkan bahwa jeruk nipis bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembersih alami yang cukup aman untuk kontak kulit jika dirumuskan dengan benar.
2. Ramah Lingkungan
Jeruk nipis merupakan bahan alami penggunaannya dalam produk pembersih (seperti sabun cuci piring) bisa lebih bersahabat dengan lingkungan. Kajian pembuatan sabun dari ekstrak kulit jeruk nipis oleh Universitas Sebelas Maret menunjukkan potensi sabun yang “hemat biaya dan ekologis.”

Bagaimana Eksperimen Lime Dish Soap Bisa Aman & Bermanfaat bagi Anak
Berdasarkan riset di atas, kita bisa membuat poin-poin kenapa eksperimen ini aman dan edukatif:
• Asam sitrat alami (dari jeruk nipis) yang digunakan dalam eksperimen memiliki profil keamanan yang tinggi jika digunakan dalam konsentrasi rumah tangga.
• Karena jeruk nipis bersifat alami dan terbarukan, eksperimen ini mendidik anak tentang keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam yang sehat.
• Aktivitas eksperimennya tidak menggunakan bahan berbahaya beracun, jadi bisa dilakukan dengan pengawasan orang tua dengan risiko minimal (selama penggunaan sesuai takaran sederhana)
Jika parents ingin mencoba edukasi sains berbahan alami ke level berikutnya, Einstein Science Project menyediakan eksperimen yang mendukung Science Kits Ramah Lingkungan yang aman untuk anak. Setiap kit dirancang agar orang tua merasa tenang, anak merasa senang, dan proses belajar sains menjadi jauh lebih sehat serta bermakna.
Mulai petualangan sains ramah lingkungan bersama anak di sini
Langkah – langkah pembuatan Lime Dish Soap
- Bahan-bahan
- Pewarna makanan hijau
- Sarung tangan
- Air bersih
- Thinwall 400 ml
- Sendok
- Gliserin
- Texapone
- Perasan jeruk nipis (lime)
- Fragrance (aroma pilihan)
- Garam
- Cara Pembuatan
1. Siapkan wadah (thinwall 400 ml), lalu tuangkan 250 ml air bersih.
2. Tambahkan 1,5 sdm texapone ke dalam air, kemudian aduk hingga tercampur rata.
3. Masukkan 2 sdm gliserin, lalu aduk kembali sampai larut
4. Tambahkan perasan jeruk nipis, 1 ml fragrance, serta 4 tetes pewarna makanan hijau.Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan tidak ada gumpalan.
5. Tambahkan 1 sdm garam, lalu aduk sampai larutan mulai mengental.
6. Diamkan semalaman agar tekstur sabun cuci piring stabil dan siap digunakan.
