Jejak Api dan Besi: Kisah Kota Tegal sebagai Sentra Pengrajin Logam

Selain terkenal dengan penduduknya yang berhasil menjadi pengusaha warung nasi di seluruh Indonesia dengan sebutan Warteg, Tegal juga memiliki keunggulan lain yaitu sebagai kota penghasil logam. Tepatnya di Desa Pesarean, Desa ini terkenal sebagai pusat peleburan dan pengrajin logam. Hasil produksinya beragam, mulai dari peralatan rumah tangga, komponen otomotif, alat pertanian, sampai peralatan perkapalan.

Industri logam di Tegal sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, salah satunya melalui perusahaan PT Barata. Perkembangannya semakin pesat saat masa pendudukan Jepang, karena banyak pekerja lokal yang mendapat keterampilan teknik dan pengalaman industri. Sampai sekarang, industri logam di Tegal masih bertahan dengan teknik konvensional dan juga semi modern.

Proses pembuatan produk logam

Proses pembuatan produk logam di Tegal tidaklah instan, karena melewati berbagai tahapan seperti berikut ini :

1. Persiapan Bahan Baku

Bahan baku yang digunakan biasanya berasal dari logam bekas, seperti besi, baja, atau tembaga. Logam-logam ini dipilah berdasarkan jenis dan kualitasnya. Setelah itu, logam dibersihkan supaya bebas dari kotoran. Ada dua cara pembersihan logam:

  • Cara Mekanis : Sandblasting (penyemprotan pasir), Brushing (menyikat), Grinding atau pengamplasan
  • Cara Kimia :  Menggunakan zat kimia tertentu agar kotoran dan kontaminan bisa terlepas dari logam.

2. Proses Peleburan

Logam yang sudah bersih kemudian dipanaskan di dalam tungku dengan suhu sekitar 600–1500°C sampai logam berubah dari bentuk padat menjadi cair.

3. Pemurnian dan Pengolahan

Pada tahap ini, ditambahkan flux, yaitu bahan yang berfungsi mengikat kotoran dalam logam. Kotoran tersebut akan membentuk slag (terak) yang mengapung di permukaan logam cair, sehingga bisa dipisahkan.

4. Penuangan

Logam cair yang sudah bersih kemudian dituangkan ke dalam cetakan sesuai dengan bentuk produk yang diinginkan.

5. Pembekuan dan Pelepasan

Setelah dituangkan, logam dibiarkan mendingin dan membeku. Jika sudah keras, hasil cetakan dilepaskan dan siap untuk proses finishing atau langsung digunakan.

Dampak Lingkungan dan Upaya Penanganan

Di balik perannya sebagai pusat industri, peleburan logam di Tegal juga menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah ini berupa dross atau slag yang mengandung zat berbahaya seperti timbal (Pb), terutama di wilayah Pesarean. Adapun beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki masalah pencemaran tersebut, diantaranya :

1.Pemulihan lahan yang terkontaminasi

2.Penerapan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

3. Pengelolaan limbah B3 yang lebih aman dan ramah lingkungan

Dengan pengelolaan yang lebih baik, industri logam di Tegal diharapkan bisa terus berkembang tanpa merusak lingkungan.

Share your love
Einstein Science Project
Einstein Science Project
Articles: 36