Dari Dapur ke Laboratorium: Larutan Garam dan Kemampuannya Menghantarkan Listrik

Garam dapat dengan mudah ditemukan di dapur rumah kita, dan tahukah kamu jika larutan garam dapat digunakan sebagai salah satu bahan eksperimen sains? 

Air dan garam merupakan dua bahan yang mudah ditemukan di rumah dan aman bagi anak-anak karena termasuk bahan alami. Bahan keduanya dapat dicampurkan menjadi larutan yaitu larutan air garam, larutan air garam tersebut dapat digunakan sebagai percobaan sains untuk salah satu sumber energi alternatif yang menghasilkan sumber energi listrik. Kita dapat mengedukasi anak dengan memberikan informasi bahwa larutan air garam dapat merupakan sebuah penghantar listrik yang baik atau disebut juga dengan larutan elektrolit kuat.

Larutan elektrolit kuat merupakan larutan yang bisa menghantarkan arus listrik karena semua molekul yang terurai secara sempurna dan membentuk ion-ion positif dan negatif sehingga memiliki daya hantar listrik yang kuat. Menurut jurnal Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro (2019), proses dari air larutan garam dapat menghantarkan listrik karena pada larutan garam mengandung NaCl yang mengakibatkan terjadinya perpindahan elektron dari suatu atom ke atom lainnya. Larutan air garam juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kabel tembaga yang selama ini kita sering jumpai sebagai penghantar listrik. Hal ini terjadi karena saat dilarutkan ke pelarut, molekul berubah dan terurai menjadi ion-ion yang bergerak bebas. Saat ion bergerak bebas, hal inilah yang memungkinkan listrik dapat mengalir melalui larutan tersebut.

Ion yang bergerak bebas setelah dilarutkan

Bagaimana penggunaan air garam sebagai larutan elektrolit pada eksperimen sains?

1.     Menyalakan lampu pada rangkaian listrik sederhana

Penggunaan larutan garam untuk dapat menjadi penghantar listrik tidak dapat secara otomatis digunakan. Dalam eksperimen ini diperlukan juga elektroda positif dan elektroda negatif, dimana bahan yang digunakan bisa berupa plat karbon dan magnesium. Saat kedua bahan tersebut dimasukkan ke larutan garam, hal itu menjadi jalur konduktif. Kabel yang terpasang pada kedua elektroda tersebut kemudian mengalirkan arus listrik ke PCB yang terpasang pada lampu, sehingga lampu dapat menyala.

2.     Gelembung gas pada air

Ketika memasukkan tembaga yang terhubung pada baterai ke dalam larutan air garam, kita dapat melihat gelembung gas yang muncul dari larutan tersebut. Gelembung gas tersebut terbentuk karena terjadinya elektrolisis air.

(This image is AI-generated)

Bagaimana bahan di dapur dapat meningkatkan ketertarikan anak belajar sains?

1.     Meningkatkan minat anak dalam teknologi dan sains

Anak dapat memahami konsep listrik dan kimia sederhana melalui percobaan-percobaan eksperimen menggunakan larutan elektrolit. Selain itu, anak juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analisis terkait proses perubahan energi yang terjadi, tentunya dengan cara yang interaktif dan menyenangkan.

2.     Dapat diaplikasikan untuk berbagai percobaan eksperimen sains

Garam merupakan salah satu bahan yang sering dapat mudah kita temukan di dapur. Kita dapat mencoba berbagai eksperimen menggunakan larutan air garam karena terdapat beberapa keuntungan, antara lain; aman digunakan, biaya yang murah dan pastinya mudah didapat, serta mudah dipahami oleh anak-anak.

Jika teman-teman ingin mencoba menciptakan energi listrik dengan menggunakan larutan air garam sendiri, Einstein Science Project menyediakan eksperimen yang mendukung dan menarik, yaitu eksperimen Brine Power Generator. Dengan eksperimen Brine Power Generator kamu dapat mengubah larutan air garam menjadi sumber energi listrik yang nyata. Penasaran untuk melakukan eksperimen menggunakan air garam sebagai larutan elektrolit? Langsung saja datang ke lab Einstein Science Project.

Einstein Science Project, Asyiknya Bereksperimen Science!

Share your love
Einstein Science Project
Einstein Science Project
Articles: 35