Menyusui Lebih dari Sekadar ASI Eksklusif: Mitos dan Fakta yang Perlu Anda Ketahui 

Dibuat Oleh : Arung Samudera Adam

Periode laktasi atau menyusui merupakan salah satu fase paling penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, bagi banyak Moms, masa ini juga dapat menjadi perjalanan yang penuh tantangan. Keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati seringkali dihadapkan pada beragam informasi, mulai dari yang benar hingga mitos yang berkembang di masyarakat maupun media sosial. Dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia 2026 pada tanggal 1-7 Agustus ini, pastikan moms mengenali mitos ataupun fakta menyusui karena momen laktasi tidak perlu menjadi hal yang menakutkan lagi untuk kita.

  1. ASI Hanya Perlu Diberikan pada 6 Bulan Pertama.

MITOS! Banyak orang mengira bahwa setelah bayi berusia 6 bulan, pemberian ASI tidak lagi diperlukan. Anggapan ini muncul karena kesalahpahaman mengenai konsep ASI eksklusif. Faktanya, ASI eksklusif memang hanya diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, yaitu tanpa tambahan makanan, minuman, maupun susu formula (kecuali atas indikasi medis). Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan gizinya mulai meningkat, sehingga ia memerlukan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Meski demikian, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama untuk mendukung tumbuh kembangnya. Berdasarkan World Health Organization (WHO), direkomendasikan agar bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan pemberian MPASI yang bergizi seimbang sambil tetap menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih, sesuai keinginan ibu dan anak.

  1. Jika Ibu sedang Sakit, Bayi Akan Tertular Penyakit melalui ASI.

MITOS! Banyak ibu khawatir harus berhenti menyusui saat sedang flu, batuk, atau mengalami sakit ringan karena takut penyakitnya akan menular kepada bayi melalui ASI. Padahal, anggapan ini tidak benar. Menurut United Nations Children’s Fund (UNICEF), sebagian besar penyakit ringan sehari-hari tidak ditularkan melalui ASI. Sebaliknya, ketika tubuh ibu sedang melawan infeksi, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi lebih banyak antibodi. Antibodi inilah yang kemudian disalurkan ke bayi melalui ASI dan memperkuat sistem kekebalan tubuhnya. Dengan kata lain, tetap menyusui saat mengalami sakit ringan justru dapat memberikan perlindungan tambahan bagi bayi, karena ia menerima antibodi yang membantu tubuhnya mengenali dan melawan kuman penyebab penyakit. Meski demikian, ibu tetap perlu menjaga kebersihan dan kondisi badan selama menyusui agar tidak terjadi penularan lewat jalur lain. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui atau memegang bayi.
  • Menggunakan masker jika mengalami batuk atau pilek untuk mengurangi penyebaran virus melalui droplet.
  • Mencukupi kebutuhan cairan dan beristirahat agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
  1. Komposisi Hormon ASI Berbeda pada Siang dan Malam, dan Ini Membentuk Pola Hidup Bayi.

FAKTA! Tahukah Moms kalau komposisi ASI dapat berubah mengikuti ritme alami tubuh? Perubahan ini membantu bayi belajar membedakan waktu siang dan malam. Menurut National Institute of Health (NIH), badan riset kesehatan utama di Amerika Serikat, ASI yang diproduksi pada pagi hingga siang hari cenderung mengandung kadar kortisol yang lebih tinggi, dimana berperan membantu tubuh bayi lebih siap untuk beraktivitas. Sebaliknya, ASI yang diproduksi pada malam hari mengandung kadar melatonin yang lebih tinggi, dimana hormon ini memberikan efek menenangkan agar membantu bayi lebih mudah tidur. Untuk moms yang menggunakan pompa ASI mungkin pernah mendengar saran agar memberikan label ‘pagi, siang, atau malam’ saat akan menyimpan ASI. Tujuannya agar ASI diberikan pada waktu yang sesuai dengan saat ASI tersebut diperah, sehingga bayi dapat memperoleh manfaat dari pola hormon alami yang terkandung di dalamnya. Tetapi moms tidak perlu khawatir jika kondisi tidak memungkinkan, bayi tetap dapat mengonsumsi ASI perah dari waktu yang berbeda. 

  1. Ibu Menyusui Tidak Boleh Makan Pedas karena Bayi Bisa Kepanasan atau Diare.

MITOS! Banyak Moms menghindari makanan pedas saat masa menyusui karena khawatir ASInya akan menjadi pedas dan membuat bayi mengalami diare. Padahal, belum ada pembuktian ilmiah akan hal tersebut. Rasa pedas dari cabai berasal dari zat alami bernama capsaicin, apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, capsaicin dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada ibu, seperti perut terasa panas atau tidak nyaman. Namun, capsaicin tidak mengubah kandungan, jumlah, maupun membuat ASI menjadi pedas. Meski lidah dan sistem pencernaan bayi masih sangat sensitif, moms tidak perlu khawatir ketika menikmati makanan pedas karena ASI tidak menyalurkan sifat pedas tersebut ke buah hati.

  1. Menyusui di Tempat Umum adalah Hal yang Wajar dan Merupakan Hak Ibu serta Bayi.

FAKTA! Bayi tidak mengenal waktu atau tempat ketika merasa lapar. Bagi bayi, menyusu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan rasa lapar, tetapi juga memberikan rasa nyaman, aman, dan mempererat ikatan dengan ibunya. Oleh karena itu, menyusui di tempat umum merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dianggap memalukan. 

Saat ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mendukung ibu menyusui di ruang publik juga meningkat. Berdasarkan survei YouGov di kawasan Asia Pasifik, 77% responden di wilayah perkotaan berpendapat bahwa setiap ibu berhak menyusui bayinya di tempat umum. Bahkan, tingkat dukungan di negara seperti Australia dan Hong Kong mencapai 87%. Di Indonesia, meskipun tingkat penerimaan masyarakat masih lebih rendah dibandingkan negara di kawasan Asia Pasifik lainnya, hasil survei menunjukkan bahwa 61% masyarakat perkotaan mendukung hak ibu untuk menyusui di ruang publik. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang memahami bahwa menyusui adalah kebutuhan dasar bayi yang patut dihormati dan didukung. Agar proses menyusui tetap nyaman, Moms dapat memanfaatkan ruang laktasi (nursing room) yang kini tersedia di banyak pusat perbelanjaan, bandara, stasiun, rumah sakit, maupun fasilitas umum lainnya. Apabila ruang nursery tidak tersedia, Moms dapat menggunakan nursing cover / apron menyusui jika sedang di tempat umum. 

Menyusui adalah perjalanan yang tak akan terlupakan bagi setiap ibu dan bayi. Di balik berbagai hal yang terjadi dalam setiap pengalaman menyusui, satu hal yang terpenting adalah memiliki informasi yang benar sehingga Moms dapat mengambil keputusan terbaik sesuai kebutuhan diri sendiri dan buah hati. Dengan memahami apakah informasi mengenai menyusui itu mitos atau fakta, Moms dapat menjalani masa laktasi dengan lebih percaya diri dan terhindar dari stres. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar juga sangat penting agar proses menyusui menjadi pengalaman yang nyaman dan menyenangkan.