{"id":3781,"date":"2026-10-08T02:14:13","date_gmt":"2026-10-08T02:14:13","guid":{"rendered":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/?p=3781"},"modified":"2026-10-08T02:14:14","modified_gmt":"2026-10-08T02:14:14","slug":"world-space-week","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/","title":{"rendered":"World Space Week: Saatnya Mengajak Anak Menjelajah Dunia Luar Angkasa!\u00a0"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#Apa_Itu_World_Space_Week\" >Apa Itu World Space Week?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#Mengapa_World_Space_Week_Perlu_Dirayakan_World_Space_Week_Dari_Rasa_Penasaran_Menjadi_Pengalaman_Belajar\" >Mengapa World Space Week Perlu Dirayakan? World Space Week: Dari Rasa Penasaran Menjadi Pengalaman Belajar&nbsp;<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#1_Karena_rasa_ingin_tahu_anak_adalah_awal_dari_belajar_sains\" >1. Karena rasa ingin tahu anak adalah awal dari belajar sains<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#2_Karena_luar_angkasa_menghubungkan_banyak_bidang_STEM\" >2. Karena luar angkasa menghubungkan banyak bidang STEM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#3_Karena_anak_dapat_melihat_bahwa_sains_bukan_hanya_teori\" >3. Karena anak dapat melihat bahwa sains bukan hanya teori<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#4_Karena_eksplorasi_luar_angkasa_mengajarkan_bahwa_masalah_dapat_dipecahkan\" >4. Karena eksplorasi luar angkasa mengajarkan bahwa masalah dapat dipecahkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#5_Karena_luar_angkasa_membuka_wawasan_anak_tentang_dunia_yang_lebih_luas\" >5. Karena luar angkasa membuka wawasan anak tentang dunia yang lebih luas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#World_Space_Week_Bukan_Hanya_untuk_Anak_yang_Ingin_Menjadi_Astronot\" >World Space Week Bukan Hanya untuk Anak yang Ingin Menjadi Astronot<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#Bagaimana_Cara_Merayakan_World_Space_Week_Bersama_Anak\" >Bagaimana Cara Merayakan World Space Week Bersama Anak?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#3_Eksperimen_dari_Einstein_Science_Project_untuk_Memeriahkan_World_Space_Week\" >3 Eksperimen dari Einstein Science Project untuk Memeriahkan World Space Week<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#1_Eclipse_Experiment\" >1. Eclipse Experiment<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#2_Lunar_Buggy\" >2. Lunar Buggy<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/world-space-week\/#3_Palapa_Satellite_Model\" >3. Palapa Satellite Model<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p><strong>Oleh : Tiara Putri Hermanda<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa roket bisa terbang?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa Bulan terlihat berubah bentuk?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBagaimana manusia bisa pergi ke luar angkasa?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini mungkin pernah muncul ketika anak melihat gambar astronot, menonton video tentang roket, atau mengamati Bulan di langit malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Luar angkasa memang memiliki daya tarik tersendiri bagi anak. Ada planet yang sangat jauh, roket yang dapat meluncur meninggalkan Bumi, kendaraan yang dapat menjelajahi permukaan benda langit, hingga satelit yang mengorbit Bumi. Luar angkasa selalu punya cara untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak<strong>.<\/strong> Bayangkan planet-planet yang berada begitu jauh dari Bumi, roket yang melesat menembus atmosfer, kendaraan yang menjelajahi permukaan planet lain, hingga satelit yang terus mengorbit Bumi. Semua itu membuka pintu bagi anak untuk bertanya, membayangkan, dan mengenal lebih jauh tentang luasnya alam semesta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mengenalkan luar angkasa kepada anak sebenarnya bukan hanya tentang menghafalkan nama planet atau mengetahui berapa banyak satelit yang mengorbit Bumi.Di balik rasa penasaran tentang luar angkasa, ada kesempatan untuk mengenalkan sains, teknologi, engineering, dan cara manusia memecahkan masalah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu momen yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal tersebut adalah <em>World Space Week. <\/em>Namun, mengenalkan luar angkasa kepada anak bukan sekadar menghafalkan nama-nama planet atau mengetahui berbagai benda yang mengorbit Bumi. Di balik rasa ingin tahu mereka tentang luar angkasa, terdapat kesempatan untuk mengajak anak mengenal sains, teknologi, engineering, sekaligus cara manusia menggunakan pengetahuan untuk memecahkan berbagai masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-text-align-left\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_World_Space_Week\"><\/span><strong>Apa Itu World Space Week?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>World Space Week<\/em> atau Pekan Antariksa Sedunia merupakan perayaan internasional yang berlangsung setiap tahun pada 4\u201310 Oktober. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan <em>World Space Week<\/em> melalui Resolusi Majelis Umum PBB 54\/68 pada tahun 1999 untuk merayakan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa terhadap kehidupan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Tanggal 4\u201310 Oktober juga dipilih karena berkaitan dengan dua tonggak penting dalam sejarah antariksa. Pada 4 Oktober 1957, Sputnik 1 diluncurkan sebagai satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi. Sementara itu, pada 10 Oktober 1967, <em>Outer Space Treaty<\/em> mulai berlaku sebagai kerangka hukum internasional mengenai eksplorasi dan penggunaan ruang angkasa. Artinya, <em>World Space Week<\/em> bukan sekadar perayaan tentang roket, astronot, atau planet. Momen ini merupakan kesempatan untuk mengenalkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa berkembang serta memberikan manfaat bagi kehidupan manusia<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"blob:https:\/\/einsteinscienceproject.com\/36f4d94e-c376-4543-99d5-d883bef5aa31\" width=\"440\" height=\"223\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Sumber : https:\/\/www.nasa.gov\/history\/65-years-ago-sputnik-ushers-in-the-space-age\/<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Di tahun&nbsp; 2026, <em>World Space Week<\/em> mengangkat tema<strong> \u201cRocket Revolution\u201d<\/strong>. Tema ini menyoroti perubahan dan perkembangan teknologi peluncuran serta semakin luasnya akses menuju luar angkasa, termasuk melalui roket yang dapat digunakan kembali, perusahaan komersial, tim universitas, <em>start up<\/em>, dan berbagai aktor baru dalam kegiatan antariksa.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, mengapa momen seperti ini penting untuk dikenalkan kepada anak?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_World_Space_Week_Perlu_Dirayakan_World_Space_Week_Dari_Rasa_Penasaran_Menjadi_Pengalaman_Belajar\"><\/span><strong>Mengapa World Space Week Perlu Dirayakan? <\/strong><strong><em>World Space Week<\/em><\/strong><strong>: Dari Rasa Penasaran Menjadi Pengalaman Belajar&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perayaan hari atau pekan internasional dapat menjadi momentum untuk mengenalkan suatu topik kepada masyarakat dengan cara yang lebih mudah diingat. Dalam konteks World Space Week, luar angkasa dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sains dan teknologi kepada anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Karena_rasa_ingin_tahu_anak_adalah_awal_dari_belajar_sains\"><\/span><strong>1. Karena rasa ingin tahu anak adalah awal dari belajar sains<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anak-anak secara alami memiliki banyak pertanyaan. Mereka mungkin bertanya mengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi, mengapa roket membutuhkan bahan bakar, atau mengapa astronot dapat berada di luar angkasa. Pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan awal dari proses ilmiah. Daripada langsung memberikan semua jawabannya, kita sebagai orang tua dapat mengajak anak untuk membuat dugaan, melakukan pengamatan, dan mencari tahu bersama. Jadi, <em>World Space Week<\/em> dapat menjadi alasan sederhana untuk berkata kepada anak: \u201cKamu penasaran? Yuk, kita cari tahu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Anak-anak pada dasarnya adalah penjelajah kecil yang penuh rasa ingin tahu. Mereka bisa saja bertanya, \u201cMengapa Bulan tidak jatuh ke Bumi?\u201d, \u201cMengapa roket membutuhkan bahan bakar?\u201d, atau \u201cBagaimana astronot bisa berada di luar angkasa?\u201d Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut sebenarnya merupakan awal dari proses berpikir ilmiah. Alih-alih terburu-buru memberikan semua jawabannya, orang tua dapat mengajak anak membuat dugaan, mengamati, mencoba, dan mencari tahu bersama. Dengan begitu, rasa penasaran tidak berhenti pada sebuah pertanyaan, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar dan menemukan sesuatu yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, <em>World Space Week<\/em> dapat menjadi momen sederhana untuk mengajak anak memulai petualangan sains dengan satu kalimat: \u201cKamu penasaran? Yuk, kita cari tahu bersama!\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Karena_luar_angkasa_menghubungkan_banyak_bidang_STEM\"><\/span><strong>2. Karena luar angkasa menghubungkan banyak bidang STEM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika membicarakan sebuah roket, sebenarnya kita tidak hanya membicarakan astronomi.Ada banyak ilmu di baliknya. <em>Science<\/em> membantu manusia memahami fenomena alam dan prinsip fisika.<em>Technology<\/em> membantu menciptakan berbagai sistem dan perangkat. <em>Engineering <\/em>digunakan untuk merancang roket, kendaraan, satelit, dan berbagai peralatan yang dapat bekerja di lingkungan ekstrem. Sementara <em>Mathematics<\/em> digunakan dalam perhitungan dan perencanaan berbagai misi antariksa. Itulah sebabnya luar angkasa dapat menjadi topik yang menarik untuk memperkenalkan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kepada anak.<\/p>\n\n\n\n<p>NASA sendiri menyediakan berbagai sumber pembelajaran STEM berbasis misi luar angkasa untuk anak dan pendidik, termasuk aktivitas <em>hands-on, lesson plans<\/em>, proyek <em>engineering<\/em>, serta materi tentang eksplorasi Bulan dan luar angkasa. Anak tidak harus langsung mempelajari semuanya secara kompleks.Mereka dapat memulainya dari sebuah pertanyaan sederhana: \u201cBagaimana caranya membuat sesuatu bisa bergerak?\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Karena_anak_dapat_melihat_bahwa_sains_bukan_hanya_teori\"><\/span><strong>3. Karena anak dapat melihat bahwa sains bukan hanya teori<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sains terkadang terasa abstrak ketika hanya dijelaskan melalui buku atau gambar. Misalnya, mengatakan bahwa \u201cgaya dapat menyebabkan benda bergerak\u201d mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika anak melihat sendiri sebuah balloon rocket bergerak setelah udara dilepaskan, konsep tersebut menjadi lebih mudah diamati. Begitu pula ketika anak menjatuhkan benda dari ketinggian yang berbeda. Mereka dapat melihat bahwa perubahan kondisi percobaan dapat menghasilkan hasil yang berbeda.Pembelajaran seperti ini membuat anak memiliki kesempatan untuk:<\/p>\n\n\n\n<p>Sains terkadang terasa abstrak ketika hanya dijelaskan melalui buku atau gambar. Misalnya, kalimat \u201cgaya dapat menyebabkan benda bergerak\u201d mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika anak melihat sendiri sebuah <em>balloon rocket<\/em> meluncur setelah udara dilepaskan, konsep tersebut menjadi sesuatu yang dapat mereka amati secara langsung. Begitu pula saat anak mencoba menjatuhkan benda dari ketinggian yang berbeda. Mereka dapat mengamati bahwa perubahan kondisi percobaan dapat menghasilkan hasil yang berbeda. Inilah pengalaman belajar yang membuat sains terasa nyata: anak tidak hanya menerima informasi, tetapi memiliki kesempatan untuk:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>mengamati \u2192 memprediksi \u2192 mencoba \u2192 membandingkan \u2192 menyimpulkan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Inilah alasan aktivitas hands-on banyak digunakan dalam pembelajaran STEM.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Karena_eksplorasi_luar_angkasa_mengajarkan_bahwa_masalah_dapat_dipecahkan\"><\/span><strong>4. Karena eksplorasi luar angkasa mengajarkan bahwa masalah dapat dipecahkan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Manusia tidak bisa begitu saja pergi ke Bulan atau mengirim kendaraan ke planet lain.Ada banyak masalah yang harus diselesaikan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bagaimana kendaraan dapat bergerak?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana sebuah roket dapat diluncurkan?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana manusia dapat berkomunikasi dengan kendaraan yang berada sangat jauh?<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana sebuah kendaraan dapat bekerja di lingkungan yang berbeda dari Bumi?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Pertanyaan seperti ini menunjukkan kepada anak bahwa teknologi hadir dari proses mencari solusi.Dalam aktivitas sederhana pun, anak dapat mengalami proses yang serupa. Misalnya ketika membuat eksperimen <a href=\"https:\/\/tk.tokopedia.com\/ZSb8PpBuy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>&nbsp;Lunar Buggy,<\/em><\/a> mereka mungkin menemukan bahwa kendaraan tidak dapat bergerak dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Alih-alih langsung memperbaikinya untuk mereka, anak dapat ditanya: \u201cBagian mana yang menurut kamu perlu diubah?\u201d, \u201cBagaimana kalau ukuran rodanya berbeda?\u201d, \u201cApa yang bisa membuat kendaraan lebih stabil?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sini, anak mulai mengenal pola berpikir seorang engineer:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>design \u2192 build \u2192 test \u2192 improve.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Karena_luar_angkasa_membuka_wawasan_anak_tentang_dunia_yang_lebih_luas\"><\/span><strong>5. Karena luar angkasa membuka wawasan anak tentang dunia yang lebih luas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anak hidup di satu planet: Bumi. Namun, Bumi hanyalah bagian dari tata surya, sedangkan tata surya berada di dalam galaksi Bima Sakti yang jauh lebih luas. Mengenalkan luar angkasa dapat membantu anak melihat bahwa dunia yang mereka kenal hanyalah sebagian kecil dari sesuatu yang jauh lebih besar.Tidak harus dimulai dengan penjelasan yang rumit. Anak hidup di satu planet, yaitu Bumi. Namun, Bumi hanyalah bagian dari tata surya, sementara tata surya berada di dalam Galaksi Bima Sakti yang jauh lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenalkan luar angkasa kepada anak dapat membantu mereka memahami bahwa dunia yang selama ini mereka kenal hanyalah sebagian kecil dari alam semesta yang begitu luas. Tidak perlu dimulai dengan penjelasan yang rumit. Orang tua dapat mengajak anak memulainya dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti mengamati Bulan, mengenal planet, atau bertanya-tanya tentang bagaimana roket dapat terbang ke luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak dapat mulai dengan mengenal:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Matahari<\/li>\n\n\n\n<li>Bumi<\/li>\n\n\n\n<li>Bulan<\/li>\n\n\n\n<li>planet<\/li>\n\n\n\n<li>bintang<\/li>\n\n\n\n<li>galaksi<\/li>\n\n\n\n<li>astronaut<\/li>\n\n\n\n<li>roket<\/li>\n\n\n\n<li>satelit<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari sana, rasa ingin tahu mereka dapat berkembang secara bertahap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"World_Space_Week_Bukan_Hanya_untuk_Anak_yang_Ingin_Menjadi_Astronot\"><\/span><em>World Space Week<\/em> Bukan Hanya untuk Anak yang Ingin Menjadi Astronot<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika mendengar kata \u201cluar angkasa\u201d, mungkin yang langsung terbayang adalah astronaut.Padahal, eksplorasi luar angkasa melibatkan jauh lebih banyak bidang dan profesi.Ada scientist, engineer, programmer, designer, mathematician, teknisi, ahli komunikasi, hingga berbagai profesi pendukung lainnya.Karena itu, mengenalkan luar angkasa kepada anak bukan berarti mengarahkan mereka untuk menjadi astronot.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang lebih penting adalah memberikan pengalaman bahwa sains dan teknologi dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah.Anak yang hari ini tertarik membuat roket mungkin suatu hari tertarik pada engineering.Anak yang senang mengamati Bulan mungkin tertarik pada astronomi.Anak yang suka merancang kendaraan mungkin menemukan ketertarikan pada teknologi atau desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan anak yang suka bertanya \u201ckenapa?\u201d mungkin sedang membangun kebiasaan berpikir ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Cara_Merayakan_World_Space_Week_Bersama_Anak\"><\/span><strong>Bagaimana Cara Merayakan <\/strong><strong><em>World Space Week<\/em><\/strong><strong> Bersama Anak?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Merayakan World Space Week tidak harus selalu dilakukan dengan kegiatan besar.Orang tua dapat mengajak anak melakukan aktivitas sederhana di rumah, sekolah, maupun lingkungan belajar.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>mengamati Bulan di malam hari,<\/li>\n\n\n\n<li>membaca buku tentang luar angkasa,<\/li>\n\n\n\n<li>membuat model tata surya,<\/li>\n\n\n\n<li>menonton video edukasi tentang roket,<\/li>\n\n\n\n<li>membuat desain kendaraan Bulan,<\/li>\n\n\n\n<li>melakukan eksperimen gaya dan gerak,<\/li>\n\n\n\n<li>atau mencoba aktivitas STEM bertema luar angkasa.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yang terpenting bukan seberapa rumit aktivitasnya.Tetapi apa yang anak lakukan setelah melihat atau mencoba sesuatu.Karena proses itulah yang membuat aktivitas sederhana berubah menjadi pengalaman belajar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Eksperimen_dari_Einstein_Science_Project_untuk_Memeriahkan_World_Space_Week\"><\/span><strong>3 Eksperimen dari Einstein Science Project untuk Memeriahkan <\/strong><strong><em>World Space Week<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengenal mengapa World Space Week penting, orang tua dapat mengajak anak mengeksplorasi tema luar angkasa melalui berbagai aktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Eclipse_Experiment\"><\/span><strong>1. <\/strong><a href=\"https:\/\/tk.tokopedia.com\/ZSb8524NG\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Eclipse<\/strong><\/a><strong> Experiment<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Eclipse Experiment: Memahami Bagaimana Gerhana Terjadi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Gerhana merupakan salah satu fenomena luar angkasa yang menarik untuk dikenalkan kepada anak. Melalui <strong>Eclipse Experiment<\/strong>, anak dapat melihat secara langsung bagaimana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan dapat menyebabkan terjadinya gerhana. Dalam aktivitas ini, anak menggunakan model sederhana untuk merepresentasikan <strong>Matahari, Bumi, dan Bulan<\/strong>. Dengan mengubah posisi ketiganya, anak dapat mengamati bagaimana cahaya dari Matahari dapat terhalang oleh benda lain dan menghasilkan bayangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Eksperimen ini membantu anak memahami bahwa <strong>gerhana tidak terjadi karena Bulan atau Matahari tiba-tiba menghilang<\/strong>, tetapi karena adanya posisi tertentu antara ketiga benda langit tersebut. Dari eksperimen sederhana ini, anak belajar bahwa dalam astronomi, posisi dan pergerakan benda-benda langit sangat berpengaruh terhadap fenomena yang kita lihat dari Bumi<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Lunar_Buggy\"><\/span><strong>2. Lunar Buggy<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/tk.tokopedia.com\/ZSb85dX3U\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Lunar Buggy<\/strong><\/a><strong>: Bagaimana Kendaraan Bisa Menjelajah Permukaan Bulan?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana manusia bisa menjelajahi permukaan Bulan tanpa berjalan kaki sepanjang waktu? Melalui aktivitas <strong>Lunar Buggy<\/strong>, anak diajak mengenal konsep kendaraan eksplorasi yang digunakan untuk membantu manusia menjelajahi permukaan benda langit. Anak dapat mengamati bagaimana sebuah kendaraan dirancang agar mampu bergerak membawa manusia atau peralatan di lingkungan yang berbeda dari Bumi. Aktivitas ini juga dapat menjadi pengenalan sederhana terhadap <strong><em>engineering dan problem solving<\/em><\/strong>. Anak dapat diajak memperhatikan bagaimana bentuk roda, ukuran kendaraan, serta sumber energi dapat mempengaruhi kemampuan kendaraan untuk bergerak.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mencoba Lunar Buggy, anak dapat diajak berdiskusi:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kendaraan ini harus digunakan di Bulan, menurut kalian apa yang perlu diubah agar bisa bekerja dengan baik?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan tersebut mendorong anak untuk tidak hanya melihat kendaraan sebagai sebuah benda, tetapi mulai berpikir seperti seorang engineer: bagaimana sebuah teknologi harus dirancang agar dapat digunakan untuk menghadapi kondisi tertentu? Melalui Lunar Buggy, eksplorasi luar angkasa menjadi lebih dekat dengan dunia anak karena mereka dapat melihat bahwa misi menjelajah luar angkasa membutuhkan perpaduan antara sains, teknologi, engineering, dan kreativitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Palapa_Satellite_Model\"><\/span><strong>3. Palapa Satellite Model<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/tk.tokopedia.com\/ZSb8Pccy6\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Palapa Satellite Model: <\/strong><\/a><strong>Mengenal Teknologi Satelit yang Menghubungkan Bumi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika membicarakan luar angkasa, anak mungkin langsung membayangkan astronaut, roket, dan planet. Padahal, teknologi luar angkasa juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari melalui <strong>satelit<\/strong>. Melalui <strong>Palapa Satellite Model<\/strong>, anak diajak mengenal satelit dan memahami bagaimana benda yang berada di luar angkasa dapat membantu manusia di Bumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Anak dapat mengenal <strong>Satelit Palapa<\/strong>, salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan teknologi komunikasi satelit di Indonesia. Dari model yang dibuat, anak dapat mengamati bagian-bagian sederhana dari sebuah satelit dan mendiskusikan mengapa satelit perlu ditempatkan di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Aktivitas ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengajak anak berpikir:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cKalau tidak ada satelit, bagaimana manusia bisa berkomunikasi dengan orang yang berada sangat jauh?\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari sini, anak dapat memahami bahwa satelit dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk <strong>komunikasi dan penyampaian informasi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Palapa Satellite Model menunjukkan kepada anak bahwa eksplorasi luar angkasa bukan hanya tentang pergi ke planet lain. Teknologi yang dikembangkan untuk ruang angkasa juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia di Bumi. Dengan begitu, anak dapat melihat hubungan antara <strong>luar angkasa, teknologi, dan kehidupan sehari-hari<\/strong> secara lebih nyata.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Tiara Putri Hermanda \u201cKenapa roket bisa terbang?\u201d \u201cKenapa Bulan terlihat berubah bentuk?\u201d \u201cBagaimana manusia bisa pergi ke luar angkasa?\u201d Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini mungkin pernah muncul ketika anak melihat gambar astronot, menonton video tentang roket, atau mengamati Bulan di langit malam. Luar angkasa memang memiliki daya tarik tersendiri bagi anak. Ada planet yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3780,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3781"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3782,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3781\/revisions\/3782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}