{"id":3483,"date":"2026-02-15T01:51:49","date_gmt":"2026-02-15T01:51:49","guid":{"rendered":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/?p=3483"},"modified":"2026-02-15T01:51:50","modified_gmt":"2026-02-15T01:51:50","slug":"proses-pembuatan-produk-ogam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/","title":{"rendered":"Jejak Api dan Besi: Kisah Kota Tegal sebagai Sentra Pengrajin Logam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewbox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseprofile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#Proses_pembuatan_produk_logam\" >Proses pembuatan produk logam<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#1_Persiapan_Bahan_Baku\" >1. Persiapan Bahan Baku<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#2_Proses_Peleburan\" >2. Proses Peleburan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#3_Pemurnian_dan_Pengolahan\" >3. Pemurnian dan Pengolahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#4_Penuangan\" >4. Penuangan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#5_Pembekuan_dan_Pelepasan\" >5. Pembekuan dan Pelepasan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/proses-pembuatan-produk-ogam\/#Dampak_Lingkungan_dan_Upaya_Penanganan\" >Dampak Lingkungan dan Upaya Penanganan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n<p>Selain terkenal dengan penduduknya yang berhasil menjadi pengusaha warung nasi di seluruh Indonesia dengan sebutan Warteg, Tegal juga memiliki keunggulan lain yaitu sebagai kota penghasil logam. Tepatnya di Desa Pesarean, Desa ini terkenal sebagai pusat peleburan dan pengrajin logam. Hasil produksinya beragam, mulai dari peralatan rumah tangga, komponen otomotif, alat pertanian, sampai peralatan perkapalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri logam di Tegal sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, salah satunya melalui perusahaan PT Barata. Perkembangannya semakin pesat saat masa pendudukan Jepang, karena banyak pekerja lokal yang mendapat keterampilan teknik dan pengalaman industri. Sampai sekarang, industri logam di Tegal masih bertahan dengan teknik konvensional dan juga semi modern.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_pembuatan_produk_logam\"><\/span>Proses pembuatan produk logam<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Proses pembuatan produk logam di Tegal tidaklah instan, karena melewati berbagai tahapan seperti berikut ini :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Persiapan_Bahan_Baku\"><\/span>1. Persiapan Bahan Baku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bahan baku yang digunakan biasanya berasal dari logam bekas, seperti besi, baja, atau tembaga. Logam-logam ini dipilah berdasarkan jenis dan kualitasnya. Setelah itu, logam dibersihkan supaya bebas dari kotoran. Ada dua cara pembersihan logam:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cara Mekanis :<em> Sandblasting<\/em> (penyemprotan pasir), <em>Brushing <\/em>(menyikat), <em>Grinding<\/em> atau pengamplasan<\/li>\n\n\n\n<li>Cara Kimia :\u00a0 Menggunakan zat kimia tertentu agar kotoran dan kontaminan bisa terlepas dari logam.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Proses_Peleburan\"><\/span>2. Proses Peleburan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Logam yang sudah bersih kemudian dipanaskan di dalam tungku dengan suhu sekitar 600\u20131500\u00b0C sampai logam berubah dari bentuk padat menjadi cair.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pemurnian_dan_Pengolahan\"><\/span>3. Pemurnian dan Pengolahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap ini, ditambahkan flux, yaitu bahan yang berfungsi mengikat kotoran dalam logam. Kotoran tersebut akan membentuk <em>slag <\/em>(terak) yang mengapung di permukaan logam cair, sehingga bisa dipisahkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penuangan\"><\/span>4. Penuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Logam cair yang sudah bersih kemudian dituangkan ke dalam cetakan sesuai dengan bentuk produk yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pembekuan_dan_Pelepasan\"><\/span>5. Pembekuan dan Pelepasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah dituangkan, logam dibiarkan mendingin dan membeku. Jika sudah keras, hasil cetakan dilepaskan dan siap untuk proses finishing atau langsung digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Lingkungan_dan_Upaya_Penanganan\"><\/span><strong>Dampak Lingkungan dan Upaya Penanganan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Di balik perannya sebagai pusat industri, peleburan logam di Tegal juga menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah ini berupa <em>dross<\/em> atau <em>slag<\/em> yang mengandung zat berbahaya seperti timbal (Pb), terutama di wilayah Pesarean. Adapun beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki masalah pencemaran tersebut, diantaranya :<\/p>\n\n\n\n<p>1.Pemulihan lahan yang terkontaminasi<\/p>\n\n\n\n<p>2.Penerapan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pengelolaan limbah B3 yang lebih aman dan ramah lingkungan<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pengelolaan yang lebih baik, industri logam di Tegal diharapkan bisa terus berkembang tanpa merusak lingkungan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain terkenal dengan penduduknya yang berhasil menjadi pengusaha warung nasi di seluruh Indonesia dengan sebutan Warteg, Tegal juga memiliki keunggulan lain yaitu sebagai kota penghasil logam. Tepatnya di Desa Pesarean, Desa ini terkenal sebagai pusat peleburan dan pengrajin logam. Hasil produksinya beragam, mulai dari peralatan rumah tangga, komponen otomotif, alat pertanian, sampai peralatan perkapalan. Industri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,2],"tags":[],"class_list":["post-3483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-pengetahuan-umum"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3483"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3483\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3485,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3483\/revisions\/3485"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/einsteinscienceproject.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}